Surat Untukmu, Juniku

Hi, juniku
Hari ini ku beranikan diri untuk menulis beberapa kalimat
kalimat yang sebenarnya ingin kusampaikan sejak lama
yang telah kurancang sejak 2014 silam, saat dimana masa
yah masa rasa ini tumbuh, membesar dan terpaksa harus ku hancurkan

Bagaimana Kabarmu? semoga kau masih baik-baik saja.
Entah kapan kau akan membaca surat ini, entah kau akan baca ataupun tidak.
aku sungguh hanya ingin meberitahumu tentang semua hal
tentang semua rasaku tentang apa yang ku pendam selama ini.
Ohiya, setelah sekian lama akhirnya kau menemukan gadismu yah?
gadis yang berani kau ungkap dan kau umbar...
beruntung sekali dia, beda denganku. yah gadis itu, temanku.
Entahlah setahun silam saat pertama kali mendengar isunya pun aku
aku telah hampir menghabiskan malamku hanya untuk menangisi diriku.
bodoh yah? begitulah aku selalu bodoh jika membahas tentangmu

Aku tau kaulah orang yang paling tau perasaanku padamu,kaulah orang yang paling mengerti
tak ada manusia yang pahami perasaanku sebaik kau memahaminya.
dan entahlah itu menurutku, juniku ini semua tentangmu.
Tentangmu yang ku kagumi dan kuingini.

Kau tau setiap ku mulai mengigat wajahmu rasanya hatiku ingin hancur
terkadang ingin bahagia dan sedikit banyak terasa luka.
sebab ini masalah perasaan, yang begitu dalam.

Kuyakini ada sesuatu diantara kita, yang tak bisa terungkap.
entahlah aku benci untuk mengenangnya sebab aku tau, mengigatmu adalah tentang
memberi garam pada luka. luka yang tak tau kapan sembuhnya.
hari ini dengan air mata yang tek henti, di temani lagu mike mohede
ku coba tuliskan segala rasa yang ingin ku tuliskan.

Padamu juniku, tentang kisah ku bukan kisahmu. ini berawal dari aku yang jatuh hati padamu, dari aku yang menyukaimu dan memendam rasa padamu. tentang kasih yang takkan pernah sampai.
Lukaku bukan lukamu tapi lukamu adalah lukaku. Begitulah aku 3 tahun mengenalmu dan bersamamu.

Layaknya kita sama-sama memendam sebuah rahasia pada dunia, tentang rahasia perasaan kita. tentnag aku yang menyukaimu dan tentang kamu yang menyukainya.
aku tau sejak awal aku suka padamu, aku menjadi dirimu menjadi rasamu.
aku menjelma jadi makhluk yang coba menerka-nerka perasaanmu. terkaanku banyak tertuju pada wanita-wanita di sekilingku yang ku fikir kau pasti menyukainya, entahlah tapi kurasa aku benar.

Juniku, bisakah sekali saja aku ingin tau perasaanmu sebenarnya padaku seperti apa?
biskah sejenak saja kau memberitahuku, tak apa aku terluka tak apa...
biarlah aku tau untuk sekali saja, dan akan ku simpan sebagai kenangan terindah.
kau tau segala telah ku beri, tapi jawabmu adalah selalu menarik ulurnya. terkadang kau bertingkah seolah kau mau, tapi terkadang sikapmu membuatku sangat terluka. bagaimana bisa, aku bodoh dan payah aku rapuh. kau tau ini hal bodoh mencintaimu. tapi kau harus tau, tak ada satu priapun setelahmu sampai saat ini yang membuatku se-setia padamu, padahal aku yakini mau padaku dia sangat jelas ingin denganku, tapi kau beda cintaku padamu tak berasalan dan tak tertepikan.

Aku menceritakan tentangmu tak usai-usai kurasa, 3 buku pun bisa saja tercipta hanya untuk menggambarkan rasaku padamu. Juniku, tentang banyak perasaanku adalah ku harap kau terus baik-baik saja. kau pria yang hebat, kau baik dan luar biasa walau aku tau aku takkan pernah bisa memilikimu walau hanya sebentar saja. Juniku, kau pria yang ku inginkan kau pria yang membuatku tak bisa lupa tapi sebesar apapun inginku pdamu bila tak pernah bersambut terpaksalah aku harus mundur.

Aku tau pergi sejauh apapun aku bukanlah sebuah solusi, sebab ini adalah rasa yang bermaain adalah rasa. yang aku pahami adalah aku akan mencoba untuk menghilangkan rasaku, entah akan butuh waktu berapa lama. tapi ini semua demi masa depanku, demi suamiku kelak.
aku akan belajar melupakanmu, melupakan kenangan tentangmu tentang rasaku padamu

Tapi kau harus tau, sampai kapanpun aku selalu menantikan jawabmu tentang bagaimana perasaanmu padaku yang sebebarnya. Aku selalu menunggu dan menantinya walau sampai kapanpun.

Juniku, terimah kasih
Terimah kasi kau pernah ada
Kau pernah mau
dan pernah memberi luka.

Maafkan aku memberimu beban, beban tentang perasaanku ini.
Jujur saja aku akan belajar melupakanmu, semoga kau sukses
aku selalu menantikan kabar bahagiamu
Sampai nanti juniku, saat kita reuni.

Dari ruang rindu di masa kini, untukmu juniku di masa lalu.

Komentar